Mengenal Sejarah Design Interior di Dunia – Part 1

Inspirasi Griya – Pada saat membicarakan tentang perkembangan desain interior sebaiknya juga menelusuri sejarah perkembangannya. Perancangan interior, baik secara profesional maupun individu, adalah sebuah aspek dalam kehidupan yang mustahil untuk tidak digunakan sebagai pengalaman. Studi tentang desain interior dan pengembangannya dilakukan melalui sejarah yang membutuhkan pengetahuan tentang dunia arsitektur, seni konstruksi, desain produk furnitur, serta pemahaman teknologi yang lebih baru (seperti pencahayaan, pemanasan, dan ventilasi).

Kapan perancangan interior mulai digunakan? Sejarah menunjukkan bahwa hunian pertama manusia pre-historis berwujud shelter atau gubug temporer yang di dalamnya telah didekorasi dengan penataan interior berwujud gambar-gambar/ lukisan tentang manusia, hewan, atau tumbuhan. Pengetahuan pertama yang diketahui manusia mengenai sejarah interior berasal dari penemuan-penemuan seni rancang bangun di dalam piramida Mesir kuno, juga di kerajaan Yunani dan Romawi. Seni rancang bangun yang ditemukan berupa keterampilan teknis dalam membuat kubah yang menekankan pada perencanaan desain bangunan publik untuk kebanggaan kolektif
sebuah bangsa.

Selanjutnya pada era abad pertengahan dan “zaman kegelapan”, dapat dilihat beberapa pengaruh dari gereja Kristen di katedral, biara, biara-biara, dan benteng (sebelum masa renaissance) yang kemudian beralih kepada sejarah pelukis, pematung, dan arsitek sebagai perancang tata ruang dalam. Beberapa nama besar yang berperan atas beberapa prestasi terbesar dunia rancang bangun dan interior dalam era tersebut dapat diidentifikasi.

Setelah itu, baik di Inggris maupun Eropa, bukti berupa referensi visual dari berbagai istana, villa, kapel, dan galeri seni dari berbagai dinasti kerajaan masih dapat dilihat sampai saat ini. Meskipun demikan, hingga saat ini belum dapat diidentifikasi siapa sebenarnya yang merupakan “desainer interior” pertama yang hidup di muka bumi ini.