Mau Membuat Kolam Hias? Pahami Dulu Karakteristiknya!

Inspirasi Griya – Kolam hias merupakan salah satu elemen yang membuat penampilan taman lebih indah. Keberadaannya cukup penting, apalagi saat ini sedang trend gaya hidup “kembali ke alam” (back to nature). Dahulu, secara fungsional kolam hanya difungsikan sebagai tempat memelihara ikan. Namun, saat ini kolam secara estetika lebih menonjolkan keindahannya. Hal ini  terlihat dengan semakin beragamnya desain kolam dan elemen pelengkapnya.

Biasanya desain kolam hias disesuaikan dengan bangunan rumah. Oleh karena itu dibutuhkan kejelian dalam memilih desain dan material kolam. Misalnya, kolam berdinding batu alam (wall pond) yang berada di halaman depan rumah ditujukan untuk menyambut kedatangan tamu. Sementara kolam besar dengan ornamen batu gunung dan tebing di belakang rumah diperuntukkan sebagai sarana relaksasi bagi si pemilik rumah.

Apa pun desainnya, adanya kolam hias harus menjadi sudut pandang bagi tamu atau penghuninya. Oleh karena itu, desain kolam harus serasi dengan tanaman dan hiasan lainnya (ornamen) sehingga tampak lebih asri serta sedap dipandang mata. Keberadaan ikan hias, seperti koi, maskoki, atau komet turut mempercantik kolam. Suara gemercik air dari air terjun atau pancuran dapat memberikan efek ketenangan. Selain memberikan keindahan, adanya kolam membantu kita belajar tentang kehidupan tanaman atau binatang yang ada di dalamnya, termasuk cara memeliharanya.

Agar kolam hias dapat memberikan banyak hal pada pemiliknya, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, seperti lokasi pembuatan kolam dan luasan kolam. Setelah itu, barulah dirancang desain kolam, pengerjaan, finishing, sampai pemasangan instalasi. Langkah akhir adalah menambahkan asesoris sebagai pemanis kolam. Begitu selesai, kolam harus dirawat secara berkala agar keindahannya tetap terpancar setiap saat.

Ukuran atau luas kolam  hias  sebaiknya disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Tujuannya agar  keberadaan kolam seimbang dengan elemen rumah lainnya. Selain itu, ukuran kolam yang se­suai dengan luas lahan dapat menghadirkan kenyamanan bagi penghuninya (ikan dan tanaman air).

Kolam berukuran besar lebih terkesan natural dan ikan pun dapat aktif bergerak di permukaan atau dasar kolam. Jika ingin memelihara ikan hias di kolam, sebaiknya kedalaman air dibuat minimal 1 m. Kolam yang terlalu dangkal lebih mudah terkena sinar matahari sehingga memicu tumbuhnya lumut dan membuat suhu air meningkat. Akibatnya, ikan cenderung berwarna pucat dan mudah sakit. Sebaiknya kolam yang terlalu dalam menyebabkan suhu tidak merata sehingga ikan cenderung berada di dasar kolam.